Jepara telah lama melegenda sebagai pusat ukir dan kerajinan kayu terbaik di Indonesia. Mewarisi semangat pengrajin lokal tersebut, SMPN 1 Jepara melakukan terobosan dengan mengintegrasikan keahlian tradisional tersebut dengan teknologi modern. Para Siswa di sekolah ini kini diajarkan untuk merancang berbagai macam Furniture Sekolah secara mandiri menggunakan perangkat lunak Desain Komputer atau Computer-Aided Design (CAD). Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang sangat spesifik, di mana siswa tidak hanya belajar menggambar secara manual, tetapi juga mampu membuat purwarupa perabotan yang presisi dan fungsional sesuai dengan standar industri desain interior masa kini.
Kurikulum inovatif ini dimulai dengan memberikan pemahaman dasar mengenai estetika produk dan ergonomi kepada para siswa. Mereka diajak untuk mengamati kebutuhan di dalam kelas, seperti bagaimana bentuk kursi dan meja yang paling nyaman untuk mendukung proses belajar yang lama. Di SMPN 1 Jepara, setiap siswa kemudian menuangkan ide-ide solutif mereka ke dalam layar komputer menggunakan aplikasi desain tiga dimensi. Melalui Desain Komputer, mereka dapat bereksperimen dengan berbagai bentuk, ukuran, dan jenis material kayu tanpa harus membuang bahan secara fisik di tahap awal. Hal ini melatih ketelitian dan imajinasi spasial siswa secara maksimal sebelum rancangan tersebut dieksekusi menjadi produk nyata.
Keterlibatan aktif para Siswa dalam merancang fasilitas sekolahnya sendiri menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan belajar mereka. Ketika seorang siswa duduk di atas kursi yang ia desain sendiri, ada rasa bangga dan apresiasi yang lebih besar terhadap karya seni dan kerja keras. Langkah yang diambil oleh sekolah di Jepara ini juga berfungsi sebagai upaya regenerasi tenaga ahli desain yang handal untuk mendukung industri mebel lokal di masa depan. Sekolah ingin memastikan bahwa kejayaan ukir dan furnitur daerahnya tetap relevan dengan tuntutan pasar global yang kini lebih menyukai desain-desain minimalis dan modern namun tetap memiliki sentuhan filosofis.
Proses pembuatan Furniture Sekolah ini juga melibatkan kolaborasi lintas mata pelajaran, seperti matematika untuk perhitungan skala dan beban, serta seni budaya untuk sentuhan estetika pada hasil akhir. Pihak sekolah menyediakan laboratorium desain yang dilengkapi dengan komputer berspesifikasi tinggi agar proses kreatif siswa tidak terhambat oleh kendala teknis.