Jepara telah lama mengukuhkan dirinya sebagai pusat ukir dan mebel kelas dunia, dengan kayu jati sebagai bahan baku utamanya. Namun, di balik keindahan ukiran yang mendunia, terdapat aspek ilmiah yang sering kali luput dari perhatian masyarakat luas. Di SMPN 1 Jember, para siswa diajak untuk mengeksplorasi sisi teknis dari kekayaan lokal tersebut melalui studi mendalam mengenai Selulosa & Serat. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai mengapa kayu jati memiliki ketahanan yang luar biasa dibandingkan jenis kayu lainnya, dilihat dari struktur molekuler dan anatomi seratnya.
Pembelajaran dimulai dengan membedah komponen penyusun dinding sel kayu. Siswa belajar bahwa kekuatan utama kayu jati terletak pada kadar selulosa yang tinggi serta susunan serat yang sangat rapat dan teratur. Melalui pengamatan menggunakan mikroskop di laboratorium sekolah, mereka dapat melihat bagaimana jalinan Serat tersebut membentuk jaringan penyokong yang mampu menahan serangan rayap maupun perubahan cuaca yang ekstrem. Fokus dari penelitian ini adalah memberikan dasar sains bagi para siswa di Jepara agar mereka tidak hanya mengenal kayu dari bentuk fisiknya saja, tetapi juga dari karakteristik mikroskopisnya.
Kegiatan di SMPN 1 Jepara ini sangat relevan dengan latar belakang budaya dan ekonomi daerahnya. Dengan memahami karakteristik Kayu Jati, siswa dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa kayu ini memerlukan teknik pengeringan tertentu atau mengapa jenis serat tertentu lebih mudah untuk diukir dibandingkan yang lain. Pengetahuan ini sangat berharga bagi mereka yang nantinya mungkin akan terjun ke industri furnitur atau pelestarian hutan. Mereka belajar bahwa kualitas sebuah produk seni sangat bergantung pada pemahaman mendalam terhadap material dasarnya.
Selain aspek biologi, siswa juga diperkenalkan dengan konsep kimia kayu, termasuk peran lignin sebagai pengikat serat dan kandungan minyak alami (tectoquinone) yang berfungsi sebagai pengawet alami dalam kayu jati. Analisis terhadap kandungan Selulosa ini memberikan gambaran kepada siswa mengenai potensi kayu tersebut untuk dikembangkan menjadi material baru di masa depan, misalnya sebagai bahan baku serat tekstil atau komposit ramah lingkungan. Eksperimen ini melatih kemampuan analitis siswa dalam menghubungkan struktur internal suatu materi dengan fungsi dan kegunaannya secara luas.