Era digital saat ini telah membuka pintu lebar-lebar bagi kreativitas tanpa batas. SMPN 1 Jepara menangkap peluang ini dengan mengadakan lomba video kreatif yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong siswa agar mampu memanfaatkan teknologi ponsel pintar mereka bukan hanya untuk konsumsi media sosial semata, tetapi sebagai alat untuk memproduksi karya yang informatif, inspiratif, dan menghibur melalui bahasa visual yang dinamis.
Tema kegiatan sehari-hari dipilih agar siswa lebih peka dalam melihat keunikan di balik rutinitas yang selama ini mereka jalani. Mulai dari momen saat diskusi di kelas, kehangatan di kantin, hingga semangat para siswa dalam mengerjakan tugas kelompok, semua direkam dan dikemas menjadi sebuah narasi cerita pendek. Proses ini memaksa siswa untuk berpikir kreatif dalam menentukan sudut pandang (angle) kamera, menyusun alur cerita yang menarik, serta melakukan penyuntingan yang efektif agar pesan dari video tersebut sampai ke penonton dengan maksimal.
Selama proses pengerjaan, siswa belajar mengenai pentingnya kolaborasi. Sebuah video yang baik membutuhkan tim yang solid: ada yang bertindak sebagai sutradara, penulis naskah, kameramen, hingga editor. Mereka harus saling berbagi ide dan memecahkan masalah teknis di lapangan. Inilah keterampilan abad ke-21 yang sangat penting untuk diasah sejak dini. Di masa depan, kemampuan mengomunikasikan ide dalam format video akan menjadi aset yang sangat berharga di berbagai bidang profesi.
Aspek kreatif dalam kompetisi ini sangat ditekankan. Siswa ditantang untuk tidak sekadar merekam apa yang terjadi, tetapi memberikan sentuhan artistik, seperti penggunaan musik latar yang pas, transisi yang halus, dan pemilihan color grading yang sesuai dengan suasana video. Banyak siswa yang terkejut dengan kemampuan mereka sendiri ketika melihat hasil akhir dari karya yang mereka buat. Mereka menyadari bahwa dengan sedikit kreativitas dan kesabaran, hal-hal sederhana di sekitar mereka bisa terlihat luar biasa di layar kaca.
Guru pembimbing berperan sebagai mentor yang memberikan arahan teknis namun tetap membebaskan siswa untuk berekspresi. Pihak sekolah menyediakan fasilitas laboratorium multimedia bagi mereka yang membutuhkan bantuan dalam proses rendering atau penyuntingan yang lebih kompleks. Fasilitas ini sangat membantu siswa untuk menghasilkan karya dengan kualitas yang lebih baik dan profesional. Hasil karya para pemenang rencananya akan dipublikasikan di kanal media sosial resmi sekolah, sebagai bentuk apresiasi atas usaha keras dan bakat mereka.