Jepara bukan hanya tentang seni ukir yang mendunia, tetapi juga tanah kelahiran Raden Ajeng Kartini, pejuang emansipasi yang memimpikan kecerdasan bagi seluruh perempuan Indonesia. Semangat tersebut kini diterjemahkan secara modern melalui Kartini Legacy, sebuah gerakan yang mendorong para siswi di Jepara untuk tidak ragu mengejar prestasi di bidang yang secara tradisional didominasi laki-laki. Saat ini, kita melihat pergeseran yang luar biasa di sekolah-sekolah menengah di Jepara, di mana para siswi mulai mengambil peran utama dalam inovasi ilmiah dan rekayasa teknologi. Legacy ini bukan lagi sekadar kutipan dalam buku sejarah, melainkan aksi nyata dalam laboratorium dan ruang komputer yang menghasilkan solusi bagi masyarakat.
Pemberdayaan siswi dalam program ini difokuskan pada penguasaan literasi digital dan kemampuan riset yang mendalam. Mereka didorong untuk aktif mengikuti berbagai olimpiade sains, kompetisi robotika, hingga pengembangan aplikasi perangkat lunak yang solutif. Melalui bimbingan yang tepat, banyak siswi yang berhasil menciptakan inovasi menarik, seperti sistem filtrasi air sederhana untuk daerah pesisir atau aplikasi pemantauan kesehatan ibu dan anak berbasis komunitas. Keberanian untuk mencoba hal-hal baru di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) menjadi bukti bahwa kecerdasan intelektual perempuan Jepara terus berkembang pesat mengikuti tuntutan zaman yang semakin kompleks dan berbasis data.
Peran aktif dalam bidang sains ini juga mencakup penelitian mengenai potensi alam lokal Jepara yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan. Siswi-siswi ini melakukan pengujian laboratorium terhadap bahan-bahan alami di sekitar mereka untuk dijadikan produk bioteknologi, seperti bahan pengawet makanan alami atau pemanfaatan limbah kayu untuk energi terbarukan. Proses pembelajaran ini mengintegrasikan teori ilmiah dengan kepedulian terhadap kemajuan daerah. Dengan fasilitas laboratorium yang semakin memadai di sekolah-sekolah Jepara, para siswi memiliki ruang yang luas untuk melakukan eksperimen dan membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal batasan gender. Mereka adalah penerus sejati pemikiran Kartini yang selalu mengedepankan pendidikan dan nalar yang kritis.