Ancaman penyalahgunaan zat terlarang kini semakin nyata merambah ke lingkungan pendidikan, bahkan menyasar anak-anak usia menengah pertama. Menyadari kerentanan ini, pengurus OSIS di SMPN 1 Jepara mengambil inisiatif strategis dengan menyelenggarakan sebuah kegiatan edukasi berskala besar mengenai Bahaya Narkoba. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar daring atau webinar, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada seluruh siswa tentang risiko kesehatan, sosial, dan hukum yang ditimbulkan oleh barang haram tersebut.
Pelaksanaan Webinar OSIS ini merupakan bentuk kepedulian dari siswa untuk siswa. Dengan bahasa yang lebih sebaya dan pendekatan yang tidak menghakimi, informasi mengenai bahaya zat adiktif diharapkan dapat lebih mudah diterima. Para narasumber yang dihadirkan bukan hanya dari pihak kepolisian, tetapi juga dari tenaga medis dan penyintas yang berbagi kisah nyata. Hal ini sangat penting untuk memberikan perspektif yang jujur kepada para remaja di Jepara bahwa sekali terjebak dalam lingkaran narkoba, masa depan yang telah dirancang dengan susah payah bisa hancur seketika tanpa sisa.
Materi yang disampaikan dalam acara di Jepara ini mencakup pengenalan jenis-jenis narkoba baru yang seringkali disamarkan dalam bentuk jajanan atau minuman yang tampak biasa saja. Pengetahuan ini sangat krusial bagi siswa kelas VII hingga IX agar mereka memiliki kewaspadaan tinggi saat berada di luar lingkungan sekolah. Selain dampak fisik seperti kerusakan otak dan organ dalam, webinar ini juga menekankan pada dampak psikososial, seperti dikucilkan dari pergaulan yang sehat hingga sanksi pidana yang dapat memutus kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dukungan penuh dari kepala sekolah dan jajaran guru di SMPN 1 menjadikan kegiatan ini berjalan sangat profesional. Para pengurus OSIS dilatih untuk mengelola acara digital, mulai dari teknis penyiaran hingga moderasi diskusi. Hal ini membuktikan bahwa sekolah mampu menjadi wadah pengembangan kepemimpinan sekaligus pusat informasi yang relevan bagi kebutuhan zaman. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, siswa diberikan ruang untuk menyuarakan kekhawatiran mereka dan mendapatkan jawaban langsung dari para ahli tanpa merasa malu atau takut akan stigma negatif.
Selain fokus pada larangan, webinar ini juga mempromosikan gaya hidup positif sebagai alternatif untuk menjauhi narkoba. Siswa didorong untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, dan hobi yang produktif. Penekanan pada kepercayaan diri (self-esteem) menjadi poin penting, karena seringkali narkoba masuk melalui celah rasa rendah diri atau tekanan teman sebaya (peer pressure). Dengan membangun mental yang kuat, siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk berkata “tidak” dengan tegas saat ada godaan yang datang menghampiri mereka di manapun berada.