Stop Blaming Game: Strategi Sekolah Menumbuhkan Rasa Kepemilikan dan Akuntabilitas Diri

Salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah kebiasaan “blaming game”—kecenderungan siswa untuk menyalahkan faktor eksternal (guru, teman, atau keadaan) atas kegagalan atau kesalahan yang mereka lakukan. Untuk mengatasi hal ini, sekolah harus secara proaktif menerapkan strategi yang menumbuhkan rasa kepemilikan (ownership) dan Akuntabilitas Diri. Akuntabilitas Diri bukan sekadar pengakuan […]

Continue reading